Saham sebagai Investasi Jangka Panjang

Semua investor pasti ingin mendapatkan keuntungan yang cepat alias quick return on investment. Ambisi ini sangat bagus tetapi jika kita sangat berambisi untuk mencapai hasil yang bagus dalam waktu cepat, semakin tinggi taruhannya.

Saham memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang daripada dalam jangka pendek. Karena seperti yang saya katakan, saham adalah cerminan dari perusahaan. Usaha kecil bisa menjadi perusahaan besar, dan prosesnya memakan waktu lama tidak hanya berbulan-bulan tetapi bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Tidak ada perusahaan kecil yang tiba-tiba menjadi perusahaan besar tanpa proses yang panjang.

Investor yang berhasil menemukan perusahaan kecil yang berpotensi menjadi perusahaan besar di masa depan akan dihargai. Investor yang berinvestasi di perusahaan yang memiliki 10 toko dalam 10 tahun dan kemudian menambah jumlah toko menjadi 100 toko akan mendapatkan keuntungan 10 kali lipat. Ini jika kita melihat investasi saham dari perspektif bisnis. Mari kita lihat bagaimana IHSG dalam sepuluh tahun terakhir

Meski sempat mengalami penurunan tajam pada saat krisis global 2008, IHSG mampu rebound kembali.

Meskipun ada investor yang membeli saham pada tahun 2007 dan 2008, harga sahamnya ambruk, selama investor tidak menjual sahamnya, dia tidak rugi karena kerugiannya hanya berdasarkan penawaran dan permintaan dari pasar, asalkan hal ini tidak disadari investor tidak akan rugi secara signifikan.

Investor yang sabar menghadapi krisis global mendapatkan reward yang baik atas kesabarannya, investor yang berani membeli saat krisis mendapatkan reward yang besar saat IHSG rebound, sedangkan investor yang panik saat krisis diganjar kerugian dan kehilangan peluang saat IHSG rebound.

Saat ini! Jadi saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang meskipun harga naik turun dari hari ke hari tetapi jika ekonomi baik maka nilainya akan meningkat seiring waktu. Jangan panik saat harga saham Anda turun! Jika perusahaan masih bagus dan keuntungan meningkat, lebih baik mempertahankannya atau bahkan membeli kembali sahamnya.

Selamat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published.